Mereka Memang Pernah Muda

Bilang papamu, Ku takkan buat kau berubah menjadi anak yang nakal

Bilang mama mu kucinta padamu dan aku tak pernah Main-main

Biarkanlah saja dulu, Kita jalan berdua

Merekapun pernah muda

Pernah muda

Denger lagu ini saya kadang geli sendiri. Soale BCL tuh kesannya kok macarin anak mami banget. Cowok yang kemana-mana masih diawasi ortunya. Mau ngapain aja dipantau. Mungkin juga masih disuapin kalo maem atau yang lebih ekstrim bahkan masih di cebokin :p

Kalo cewek sih ndak papa yaaaa, agak2 wajar.. nah kalo cowok ? :p

Orang tua… Mereka memang selalu merasa benar. Selalu merasa apa yang dilakukannya adalah yang terbaik bagi si anak.

Saya jadi teringat curhatan seorang sahabat yang saya rasa sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihannya sendiri tanpa campur tangan orangtua. Campur tangan itu biasanya dalam soal memilih-milih pekerjaan, barang-barang yang akan dibeli bahkan sampai ke pasangan hidupnya (you know who you are Bro ! ) :piss:   Saya heran saat orangtuanya masih saja menentukan kriteria yang mereka kira cocok untuk dijadikan menantu. Harus inilah , yang beginilah, jangan yang jauh-jauh lah, dll. Padahal menurut pengamatan dan pengalaman yang saya peroleh dan juga dari cerita-cerita ibu saya, biasanya kalo pilah-pilih gitu, suka dapet yang jauh dari harapan dan nanti jatuhnya kita malah kecewa…

Padahal Allah kan ndak mungkin memberikan jodoh yang tidak sesuai untuk setiap orang. Allah  sudah berfirman dalam Al Qur’an,

”dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga) ” An-Nuur:26.”

Yeah, mungkin ortu sohib saya ini memiliki alasan yang kuat. Walaupun sahabat saya ini juga masih saja mengeluh karena hal itu. Karena saya tau, dia sudah tak sabar mengakhiri masa lajangnya. Namun ya itu.. terganjal dengan permintaan sang ortu yang agak belibet. Hingga akhirnya saya sering mendengar sahabat saya ini malah “lebay” sendiri. Pengen pindah ke luar kota lah. Pengen nyari jodoh di kota “A” lah, dsb. Padahal Broooooo… lo ga perlu gitu lagiiii terlalu lebay untuk dirimu melakukan itu😆

Orangtua memang terkadang punya pendapat berbeda dan saya yakin mereka melakukan hal tersebut berdasarkan pengalaman yang mereka punya. Nggak mungkin lah mereka meminta syarat macem-macem kalau mereka ga punya alasan :)  yaaaa tinggal bisa-bisanya kita aja yang menjelaskan sama mereka. Baik-baiklah… ndak perlu pake esmosi ataupun nada tinggi.

Bro, Saya yakin dirimu masih bisa melakukan hal-hal yang lebih positif sambil mencari dan menunggu sang bidadari. Saya tau kamu sudah lelah mencari dan juga memilih. Tapi saya juga tau kamu pasti percaya dengan keajaiban cinta yang pasti diberikan Allah untukmu.

Beres dengan curhatan sohib yang satu itu.. tadi malam saya tiba-tiba saja ditelpon oleh teman saya (cewek) yang usianya juga ga jauh-jauh amat dari saya ( yaaa… 18 taunan lah.. saya kan 20 ) . Kebetulan dia belum menikah, anak perempuan satu-satunya dan saat ini sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan kekasih tercintanya. Dia  bilang dia merasa kesal sama mamanya yang suka ngatur-ngatur gaya pacarannya. Kadang telpon juga disadap. Sms dibaca-bacain (kalo nggak dikasih liat itu sms, mamanya ngambek). Duh, padahal usianya sudah dewasa. tapi masih saja dianggap anak kecil oleh sang bango mama. Saya sih akhirnya tetep menyarankan teman saya untuk bicara baik-baik sama mamanya. Bahkan saya berjanji untuk main ke rumahnya dan pengen ngobrol sama mamanya yang sudah seperti tante saya sendiri. Mudah-mudahan ada solusi ya Sis🙂

Terus terang saya ndak bisa “sok tau” dengan memberikan solusi yang tepat buat teman saya itu, karena dulu saya boleh dibilang ndak diawasi seketat itu. Alhamdulillah ortu memberikan kebebasan dan kepercayaan pada saya, sehingga saya rasa “GILA AJA” kalau saya sampai menyia-nyiakan kepercayaan ortu saya dengan melakukan hal-hal yang negatif

Prinsip saya, kalau macarin anaknya, otomatis juga macarin keluarganya, alias harus juga berbagi kasih dengan keluarga (yang mungkin saja) yang kelak menjadi keluarga saya sampai akhir hayat.🙂

Jadi saya ndak pernah tuh yang namanya ngalamin bilang gini sama pacar :

Bilang papamu berhenti urusin Semua urusan kau dan aku

Bilang mamamu tak perlu Khawatir ataupun curiga kepadaku

Biarkanlah saja dulu Kita jalan berdua

Merekapun pernah muda

Saatnya kau dan aku sekarang

Iya ngga Ay ???😆

Orang tua kita pun pernah muda.. Kakek Nenek kita juga.. semua pernah muda. Mereka juga pernah merasakan hal yang sama yang kita rasakan walau berbeda “rasa dan cara” dan saya rasa hal yang kaya gini tuh nggak perlu dibikin riweuh. Bicarakan saja sama ortu. Dengarkan pendapatnya dan berikan juga pendapatmu. Insya Allah ada jalan…

Mereka memang pernah muda, so pasti mereka bisa diajak bicara😀

Oke Bro ? Oke Sis ?

I hope tahun depan saya dah dapet dua undangan

atau satu tahun ini, satu lagi taun depan dehhhh😆

Salam Sayang, Long Live Persohiblogan,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s