Lebih Kecil

Fyuh, setelah sekian lama tidak menyentuh blog ini (bahkan hanya untuk sekedar log in dan menyetujui komen2 yang belum di approve), akhirnya saya memberanikan diri untuk mengklik “new post” di dashboard blog ini *lebayyyyyyyyy*

Melihat, menilik dan menimbang berat badan judul yang tersedia di atas mungkin para sohiblog bertanya-tanya, ada apa dengan saya 

Well, sebelum menginjak lebih jauh pada pokok bahasan, sebaiknya saya menyarankan kepada para sohiblog yang memiliki kesensitifan dan emosi yang tinggi lebih baik meng-close saja blog ini daripada setelah baca nantinya misuh-misuh dewe, banting-banting kendi di rumah, betul-betulin genteng bocor dan lain sebagainya yang saya ga bertanggung jawab atas itu *bar nglahirin stresse ga mari2 ki,wkwkwkwkw*

Ngomong-ngomong masalah sensitif, emang akhir-akhir ini saya sensitif banget sama “angka”. Jian, sama angka aja bisa segitu emosinya lho… Gara-gara liat iklan pemutih wajah yang bilang begini,

beberapa wanita suka angka yang lebih kecil…

wahhhhh.. pengen ngamuk bianget saat itu juga *lebay meneh*

Padahal kalo dipikir-pikir, ada apa dengan tingkat kecerahan wajah saya ? Ndak ada apa-apa, ndak masalah, nothing’s wrong. Trus kenapa ? Lha ini.. Namanya lagi esmosi, sesuatu hal yang ga nyambung pun disambung-sambungin. Dari iklan pengukur tingkat kecerahan warna kulit kok ya sama malah mikirin berat badan.. doengggggggg 

Maklum, semenjak memiliki seorang bidadari cantik, berat badan saya tak kunjung padam turun, ditambah lagi dengan kehadiran bidadari kedua yang baru saja saya lahirkan sebulan lalu menambah beban putaran pada timbangan di rumah, di rumah sakit bahkan di tukang daging

What should i do ?

Nothing for now… Saya ndak bisa diet demi ASI yang saya berikan buat si kecil. Toh ternyata dengan memberi ASI pada bayi dapat membantu menurunkan berat badan lho. Hal ini saya bandingkan dengan kelahiran anak pertama saya yang tidak bisa saya kasih ASI secara full. Berat badan yang turun hanya berkisar 5-6 kg ,setelah itu mandegh degh degh. Sedangkan saat ini berat badan yang turun lumayan banyak (ga mau berkomentar tentang jumlahnya, wahahaha)

Sebenernya saya ga pernah bermasalah dengan problematika berat badan kecuali kalau sudah berhubungan dengan tidak muatnya baju-baju mungil yang tersedia di lemari baju saya. Hal ini karena kebanyakan baju yang ada di lemari berwujud daster  , ditunjang dengan tidak (mungkin belum) protesnya sang bango luvly husbie yang bahkan akan sangat sangat sebel kalo saya memikirkan diet dan berat badan.

Ya ya ya, dengan sedikit menggerutu saya pun mulai berpikir bijak, untuk apa memikirkan berat badan dan juga baju-baju yang sudah wayahna tidak muat di badan. Kita masih punya hal lain yang perlu dipikirkan. Mungkin memang sudah waktunya badan menjadi melar, bukan karena tidak terurus tapi karena keadaan (keadaan yang memaksa untuk terus memamah biak, hahaha). Yang penting, besarnya berat badan belum tentu tidak sehat, belum tentu berkolesterol tinggi dan belum tentu penyakitan. Tergantung bagaimana kita memenej hidup, asupan makanan yang diseimbangkan dengan semua hal baik untuk badan kita (sotoy banget ya gueeee) dan mulai olahraga ringan semisal nyapu-nyapu rumah, gendong si dedek ataupun naik turun tangga sampai berkeringat.

So, kecil atau besarnya suatu angka pasti ditanggapi berbeda sama masing-masing orang dan beberapa akan menimbulkan tanggapan yang sensitif. Buat saya mungkin masalah berat badan saya ngga suka angka yang besar tapi kalau masalah lain pasti seneng ( Bre tau jawabannya, wkwkwkwkw ).

Hnggggggggg, apakah ada yang bermasalah sama dengan saya ? Brencia mungkin ? atau Phie ? Kalo Ethiekuz saya yakin tidak karena beliaunya tidak mungkin membesar

Ra popo Bu, sing penting jek ayu, suehat, sugih, sugeng dan suami tetep sayang *kalimat penghibur sepanjang masa*

jadi inget sama satu lirik So7,

Saat perutku mulai buncit, yakinlah ku tetap terseksi

wokeeee, sekian posting perdana saya setelah beranak dua…

Jian, mosting judul ini aja seminggu baru selesai, ra mutu pula…

yuk ah, parenggggggggggggggggggggggggggggggg..

28 pemikiran pada “Lebih Kecil

  1. Ahay.. akhirnya bunda menik posting juga…

    Angka mah bukan ukuran ah.. Yang bisa nentuin puas/nggak nya kan yang ngerasain sendiri.. tul gak?

    Akapn kita kopdaran ya…?
    Salam Blogor

  2. Udaahhhh …
    Jangan repot masalah berat badan …

    Yang penting sehat …
    Yang penting gumbira …

    Sering-sering olah raga …
    jalan pagi …

    salam saya Nyik …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s