Masa Lalu

Haduhhh, ngenes banget deh liat blog ini. Banyak sarang laba2nya ! Bersihin dulu ah… 

Halo sohiblog,jumpa lagi dengan saya setelah hampir setengah taun ga ktemu. Kangen dong ya pasti ? Saya ga geer,saya yakin kok  

Yuk ah kita cerita…

Beberapa hari lalu seorang teman bercerita kepada saya mengenai masa lalunya. Betapa dia merasa bersalah pada seseorang di masa lalu yang akhirnya membuat dia merasa dibayang-bayangi rasa bersalah sampai saat ini. Buntut-buntutnya si teman curcol kalau rumah tangganya selama ini terasa hambar.

Bukan, bukan karena dia ingin balik ke si masa lalunya itu. Toh dia sadar bahwa dia sekarang sudah menjalani pernikahan lebih dari 10 tahun bersama suaminya,  sudah ada anak pula.  Tapi dia punya alasan tersendiri yang membuat dia ingin minta maaf pada si masa lalu dan ingin mendengar jawaban : “aku memaafkanmu”,sehingga dia bisa ikhlas menjalani kehidupannya sekarang. Kalau kata dia mah, “biar lega hati ini kalau tau dia udah maafin gw atas sikap gw dulu”.

Lebay ya ? Tapi itulah manusia  

Masa lalu… Ah, setiap orang punya masa lalu. Saya punya, suami punya, ibu bapak saya punya, kakek, nenek, aki, enin, teteh, aa, mas, mbak (mulai ngelanturrrrrr…) semua pasti punya. Entah tentang seseorang ataupun sebuah peristiwa. Ada yang menyenangkan,ada pula yang tidak ingin diingat. Semua terangkum dalam sebuah memori : MASA LALU.

Lalu, bagaimana kita menanggapi masa lalu ? Apakah akan terus dibawa sampai masa kini dan dibiarkan untuk menghancurkan masa depan yang sudah direncanakan secara matang ?
Lihat contoh, banyak orang-orang yang membiarkan masa lalu ‘nyelip’ di kehidupan masa kininya, mereka akhirnya cenderung bersembunyi dari kenyataan yg dijalani saat ini dan tidak menyadari akan kehancuran masa depannya.

Buat saya,masa kini yang dijalani adalah titipan dari Allah SWT, tak dipungkiri selalu saja ada aral rintangan di jalan kehidupan yang saya jalani. Masa lalu buat saya sudah ada di belakang, ga akan balik lagi. Ga bisa diperbaiki. Saya hanya bisa memperbaiki apa yang akan saya jalani,supaya tidak terjadi seperti di masa lalu.

Orang-orang yang ada di masa lalu pun buat saya sudah jadi teman biasa, tak ada niat untuk menjadikannya istimewa kembali walaupun kesempatan itu ada. Buat saya, ndak lucu sama yang namanya ce el be ka alias cinta lama bersemi kembali. Karena saya dan dia sudah punya kehidupan masing-masing dan harusnya saling menghormati. Terutama pada pasangan yang saat ini mendampingi. Saya sangat menghormati suami,saya juga ingin dihargai. Pergaulan apapun bila kita punya harga diri saya yakin tidak akan ada yang namanya perselingkuhan atau perpindahan lain hati *halah,bahasakuuuu* 

Memiliki harga diri kan juga bukan berarti jaim, tapi berusaha membuat batasan-batasan (terutama yang berpedoman pada norma agama) agar kitanya ndak sembarangan dan tentunya orang lain pun ga akan merasa punya kesempatan untuk ‘nyelip’ di kehidupan masa kini yang sedang kita jalani.

Tapi yaaaa,itu tadi. Tiap orang selalu berbeda dalam menanggapi masa lalu. Ada yang defense, ada yang welcome bahkan ada yang masih berharap bisa mengulang kembali. 

Apapun itu, saya hanya ingin mengingatkan, coba lihat masa kini-mu, bayangkan masa depan yang sudah kita angankan mulai dari sekarang. Dengan siapa anda menjalani ? Dengan MASA KINI, bukan dengan MASA LALU. Pantaskah si masa kini tak bahagia akibat masa lalu ? Tidak. Masa kini berhak mendapatkan masa depan yang bahagia, sedang masa lalu simpanlah di dalam kotak yang dikunci,diberi gembok,lalu kuncinya di buang di samudera antartika ,biar hilang dan jangan kembali (back voc : parasit..parasit..parasit..) *lebayyyyy* 

Lalu, maksudnya, biarkan si masa lalu tidak bahagia ? yeeeee, ga gitu juga kaleeee… Dalam kehidupan si masa lalu, kita pun berada dalam posisi “si masa lalu” (mumet mumet dah looo). Dia juga pasti punya masa kini sendiri. Biarkanlah ia bahagia dengan masa kininya. Biar dia menemukan kebahagiaannya sendiri, kita ndak perlu ikut campur 

So, yuk ah rame-rame kita tutup masa lalu, kita jalani masa kini untuk masa depan yang baik, lebih baik lagi. Amiiin YRA. 

Puyeng bacanya ? Sama. Emang lo doang ? Lha gw aja mumet nulisnya… 

As usual, this is a ga mutu post again.. Jangan berharap banyak… 

Pareng…

 

———–

Dialog batin antara Masa Kini (MK) dan Masa Lalu (ML) *singkatane ra nggenah blass  *

MK  : ” hei masa lalu, mari kita berdamai..”
ML   : ” maksud lo ?”
MK   : ” ya, lo jangan suka nyempil-nyempil di diri gw dong..”
ML   : ” kalo gw seneng nyempil gimana ?”
MK  : ” lo nyempilnya di diri orang laen aja dong,jangan di gw. karena gara-gara lo nyempil, si MD bakalan ngambek”
ML  : ” jadi lo maunya gimana ? “
MK  : ” gw maunya kita cantelan, tapi abis itu lo jangan berkunjung ke mari lagi yak ! “
ML  : ” kalau saja semuanya bisa semudah itu… “
MK  : ” jadi ga bisa neh ? “
ML  : ” agak susah euy, sori ya… “
MK  : ” cari gara-gara berarti lo ama gw ” *siyap ngebantay* 

================================

perhatian :

dialog bisa bervariasi pada tiap-tiap pribadi. bila emosi berlanjut, hubungi Allah untuk melakukan curhat. good luck 

35 pemikiran pada “Masa Lalu

  1. First : advice for you beloved friend, sebelum dirinya meminta maaf pd masa lalunya, better for her/him forgive his/her self.. Percuma dimaafin tp dia ga bs maafin diri sendiri…

  2. Ping balik: Daremoshiranai… | SaUnG BuNdA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s