Kehilangan

Pernahkah merasa kehilangan seseorang yang kita cintai ? Seseorang yang sangat berarti dalam kehidupan kita. Yang sehari-harinya kita lihat kehadirannya, menyemarakkan hidup kita namun tiba-tiba ia pergi… Takkan pernah kembali dalam nyata yang ada…

Apa yang kau rasakan ?

Pagi itu, sekitar pukul 10.30 WIB, di hari pertama Ramadhan, sebuah berita yang tidak pernah disangka sebelumnya tiba-tiba datang. Sebuah berita duka cita yang langsung membuat saya speechless. Don’t know what to say. Hanya air mata yang tiba-tiba mengalir di pipi mungkin bisa melukiskan apa yang saya rasa 

Almh. Myra Puspasari adalah istri dari kakak sepupu saya. Usianya baru 32 tahun. Ibu dari dua putra putri yang sangat ia cintai dan banggakan. Selama hampir 10 tahun mengenal beliau, mungkin saya hanya bertemu sekitar 10-15 kali, tidaklah cukup buat saya untuk mengenal lebih banyak. Tapi yang saya tau persis She’s adorable. Friendly. Selalu ceria. Pokoke so loveable.

Dibalik semua itu saya berfikir, apa yang kakak sepupu dan keponakan-keponakan saya rasakan setelah beliau tiada ? Dada saya selalu sesak karena menahan tangis bila membayangkan semua itu.

Kehilangan seseorang yang kita cintai pasti pernah dialami oleh banyak orang. Entah hilang karena dia pergi meninggalkan kita tanpa ada kabar berita, atau memang dia pergi meninggalkan kita ke pangkuanNya. Semua pasti meninggalkan duka yang sangat mendalam. Saya tau tidaklah mudah bagi seseorang untuk melupakan kenangan bersama orang-orang yang dicintainya. Kehilangan orang tua, suami, istri, anak-anak, kerabat bahkan mungkin idola kita. Atau bahkan kita sendiri yang akan mendahului mereka semua sebelum sempat merasakan kehilangan itu😦

Satu persatu dari kita pasti akan pergi meninggalkan dunia ini. Semua sudah IA tuliskan di buku catatan kehidupan kita ( sepertinya kalau buku catatan saya pasti tebal karena banyaknya kekhilafan yg saya buat😦 ) . Ia sudah menarik garis merah sebagai tanda berakhirnya perjalanan kita di dunia. Tapi semuanya masih rahasia. Kita tak pernah tau kapan. Kita hanya bisa bersiap sambil terus menjalani hidup kita dengan hal positif yang tentunya berada di jalan yang IA ridhoi. Semoga kita masih diberikan waktu yang banyak untuk itu. Aamiin…

Selamat jalan Mbak, insya Allah khusnul khatimah sudah engkau raih…

Maafin gw ya mbak, karena ga bisa hadir buat ngeliat lo untuk yang terakhir kali. Bahkan gw juga ga nganterin lo ke tempat peristirahatan lo yang terakhir. Padahal gw pengen banget ada disitu dan gw nyesel banget karena ga bisa (apalagi pas liat postingan ini, tambah nyesel rasanya). Insya Allah doa-doa terus mengalir buat lo dari sini.

Semoga Allah menempatkan mbakku di tempat terindah yang telah dijanjikan untuk insan-insan yang bertaqwa. Aamiin yaa Rabbal alamiin… Al Fatihah…

18 pemikiran pada “Kehilangan

  1. Innalillahi Waa Innaillahi Rajiun ..

    Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah Kepunyaan Allah SWT dan kelak akan kembali kepadaNya ..

    Semoga amal ibadah beliau di terima ..
    aamiin yaa Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s