Surat Cinta

Surat cinta biasanya identik dengan surat yang ditulis untuk yang terkasih. Dari laki-laki untuk perempuan, ataupun sebaliknya.

Nah, surat cinta pertamamu dari siapa ?

Beberapa hari lalu, saya chit chat dengan teman saya. Ia yang baru saja kehilangan orang terkasihnya, mengenang kembali saat-saat bahagia ketika orang tersebut masih ada.

Saya lalu teringat akan seseorang yang juga sangat saya kasihi. Sosok yg sangat saya rindukan. Lelaki pertama yang mengirimi saya surat. Surat cinta. Surat cinta tulus yang dikirimnya dari jauh. Untuk saya. Cucunya. Cucu yang hanya 5 tahun sekali bisa pulang ke kampung halaman ibunya. Bengkulu.

Ya. Lelaki pertama yang mengirimi saya surat cinta itu adalah Datuk saya. Bapak dari ibu saya. Orang yang selalu membalas surat-surat saya dengan bahasa cinta, yang selalu mengirim surat cintanya melalui alamat sekolah agar saya merasa bangga ada yang mengirimi surat (hahahah), yang selalu menuliskan cerita cintanya melalui mesin ketik tua yang sekarang entah dimana.

Datuk selalu bercerita dalam suratnya, ia selalu membacakan surat dari saya kepada nenek yang notabene buta huruf dan kurang fasih bahasa Indonesia. Lalu nenek akan menemani Datuk saat mengetik balasan surat untuk saya. Menuliskan kata-kata nenek ke dalam surat untuk saya.

Ah, betapa saya merindukan surat-surat yang beliau kirim hingga saya SMP kelas 2, karena setelah itu, beliau mulai sakit-sakitan dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di tahun 1995. Saat saya mengikuti ujian kenaikan kelas yang membuat saya tidak bisa menghadiri pemakamannyašŸ˜¦

Huahhhh, surat cinta selanjutnya tentu saja bukan lagi dari Datuk saya.

Mereka hanya menuliskan kata cinta yang sesaat, lalu pergi.

Tidak meninggalkan bekas yang mendalam di hati saya. Beberapa bahkan sudah saya musnahkan.

Surat cinta dari suami ? Cuma dua. Pertama, cuma kirim pas foto (kaya ngirim berkas persyaratan ijin pacaran). Kedua, cuma nulis di kertas notes dengan tulisan setara dokter umum. Jian, bojoku ra romantis tenanšŸ˜†

Nah ini cerita tentang surat cinta saya. Bagaimana dengan surat cintamu ? :p

Well, as usually, this is just another ga mutu post again. I’m sure you’ll get bored.
Pareng…

 

PS : ra iso nglebokke emo spt biasane. mbuh ki laptope,njaluk dibanting po *thinking*

===================================================================

Teriring doa untuk Datuk M. Yunus dan Nenek Khadijah. Semoga Allah menempatkan orang-orang kesayanganku ini di tempatNya yang paling indah. Amiin YRA.

2 pemikiran pada “Surat Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s