Teman Tanpa Syarat

image

Hi.. jumpa lagi dengan Maissy disini. Ah, maaf, saya bukan Maissy. Anak jaman sekarang mana kenal sama si centil nggemesin Maissy. Baiklah, jumpa lagi dengan Menik disini. Satu tahun berlalu sejak postingan terakhir. Kemana ajaaaa? image

Well, kayanya si saya emang mau nargetin ngepost setaun sekali. Untuk merefleksi kaki semua kejadian selama setahun di setiap pertambahan usia. Buat apa? Sebagai pengingat dan introspeksi. Gitu aja. Hahaha.

30 Juni 2016.
36 tahun sudah usia saya.

Alhamdulillah. Ga nyangka bakal sampe ke usia ini. Diberikan ups and downs selama setahun. Banyak suka dan duka yang telah saya jalani.

Yang paling saya ingat adalah tanggal 9 Januari 2016, saya menjalani proses kuretase untuk mengetahui kenapa gejala kewanitaan saya terganggu selama setahun ke belakang. Yang membuat saya harus menjalani 6 bulan terapi hormon setelahnya. Alhamdulillah masih diberikan “sentilan” oleh Allah. Tanggal 9 kuretase, ga perlu imut-imut menahan sakit, besoknya saya sudah bisa kongkow dengan teman-teman saya, nonton bareng screening konser. Hahaha. What a great memories i ever have! Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? (^_^)

Hari ini saya tersenyum sambil membayangkan, apalagi bentuk kasih sayang yang akan Dia berikan pada saya?
Hidup tak hanya hitam dan putih (BGM: kenapa ada sang hitam, bila putih menyenangkaaaaaaannn). Hidup ini penuh warna. Bukan kah pelangi lebih indah daripada mendung?
Saya pun begitu. Mencoba mencari zona nyaman di beberapa titik putih untuk menghapus titik gelap dari kehidupan saya. Tapi apa yang saya dapat? Saya menemukan warna warni yang indah. Selain keluarga, saya menemukan persahabatan yang tulus diantara mereka yang hanya singgah sebentar. Merekalah teman tanpa syarat. Yang mau menemani tanpa merubah mind set saya. Allah memang Maha baik, memberikan kalian diantara yang lain. Alhamdulillah.Terima kasih.

Terima kasih untuk segalanya di tahun ke 35 kehidupan saya. You’re all means a lot to me. Through all the happiness and sadness.
Terima kasih untuk selalu ada.
Terima kasih untuk mengkritik dengan cinta.
Terima kasih untuk selalu bergandengan tangan menuju jalan yang baik.
Terima kasih untuk apapun itu.
Mungkin berapapun kata terima kasih tak akan pernah cukup untuk diucapkan. Karna yang diperlukan bukanlah kata-kata, tapi sebuah bukti nyata dan saya merasakannya. Melihatnya. Melihat warna-warni itu. Hijau, kuning, merah, ungu, biru, tak hanya hitam atau putih, pun bahkan kelabu. Karena saya pun hanya manusia yang tak pernah luput dari kekhilafan dan dosa.

Please treat me as well as before in my 36th year. Semoga Allah selalu memberkahi dan melindungi kita semua. Aamiin YRA
Yoroshiku (^_^)

Bogor, 30 Juni 2016,

Salam Persohiblogan™

@menikcantik

Eh, disapu dong saungnya. Dateng kok setaun sekali? Ga malu banyak debu?

Menik nyapu ngepel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s